Diary, penting untuk anak dan tak lagi menjadi benda asing untuk anak di usia sekolah. Sebuah diary berfungsi sebagai catatan harian tentang kejadian yang dialami anak sehari-hari, serta menjadi media untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran anak mengenai sesuatu atau seseorang. Seperti halnya orang dewasa, anak tidak selalu mampu mengekspresikan perasaan dan pemikirannya melalui bahasa verbal karena setiap hati memiliki sisi tersembunyi yang bertepi di ruang privasi. Karena itu, mengungkapkan isi hati tak selalu bisa dengan berbicara. Diary-lah tempat yang tepat untuk mencurahkan perasaan dan gagasan tersimpan.
Mengapa diary penting untuk anak?
Menulis diary bisa menstimulasi tumbuhnya kebiasaan menulis, serta berkembangnya kemampuan menulis pada diri anak. Karena itu, tidak ada salahnya jika orang tua mengarahkan dan memfasilitasinya. Orang tua tidak selalu harus membeli buku mungil tersebut, mengajak anak membuat diary dengan memanfaatkan yang ada lebih baik dan kreatif.
Pada usia sekitar 6 tahun (menjelang akhir 7 tahun pertama), anak-anak biasanya sudah bersekolah dan bisa menulis, merangkai huruf dan kata-kata menjadi sebuah kalimat. Seiring pertambahan usia dan pengalaman di lingkungannya, kosa kata yang dimiliki anak pun akan semakin kaya, sehingga orang tua sudah bisa mengenalkan diary pada anak. Memang tidak semua anak akan menunjukkan ketertarikan yang sama dan tidak bisa dipaksa. Akan tetapi, mengenalkan diary merupakan sebuah bentuk stimulus yang patut dicoba sebagai salah satu cara mengenali minat dan bakat anak. Dengan demikian, ada nilai manfaat dari diary untuk perkembangan anak.
Manfaat Diary untuk Anak
Manfaat diary untuk anak sebenarnya berkesinambungan dengan manfaat menulis yang berpengaruh terhadap faktor psikologis, stimulasi kecerdasan emosional, optimasi kecerdasan otak, pengembangan potensi diri dan kemampuan yang bersifat psikomotorik yang sangat dibutuhkan dalam perkembangan anak. Menjelang akhir fase 7 tahun pertama menuju 7 tahun kedua ini, potensi, minat dan bakat anak akan semakin terlihat, berkembang dan perlu diasah. Fase yang sering disebut usia sekolah ini merupakan masa yang penting untuk dioptimalkan sebagai proses belajar, serta mengembangkan kemampuan kreatif anak, termasuk menulis diary. Intinya, di usia ini, anak sudah siap mengisi diary-nya dengan pengalaman dan gagasan yang dimilikinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar